Sebelum Tahun ini berganti. Diujung bulan Desember ini aku ingin mengatakan sesuatu padamu.
Nanti jika kita tidak bersama, ijinkanlah namamu selalu bersamaku untuk kujadikan nama pada anakku kelak.
Sebelum Tahun ini berganti. Diujung bulan Desember ini aku ingin mengatakan sesuatu padamu.
Nanti jika kita tidak bersama, ijinkanlah namamu selalu bersamaku untuk kujadikan nama pada anakku kelak.
Aku mengabaikan yang lain hanya untukmu. Namun yang terjadi kamu mengabaikanku untuk yang lain.
Perasaanku tidak sebercanda itu walaupun aku memang suka bercanda.
Jangan pura pura bodoh. Kamu sengaja lari biar ku kejar.
Untuk semua yang kau lakukan aku hanya berterimakasih. Terimakasih untuk selalu menjadi alasanku menulis.
Selalu pertanyaan yang sama terlontar untukku
Lebih baik dicintai atau mencintai?
Mencintai adalah pilihanku.
Jangan tanya kenapa, karena sudah pasti akan ku beri alasan, aku lebih baik mencintai karena aku takut jika aku dicintai aku tidak dapat membalas cinta itu. Lebih baik aku yang terluka karena mencintai dari pada melihat orang lain terluka karena mencintaiku 🌺
Pada akhirnya aku menyerah dan tetap mencintaimu
Berusaha melupakanmu seperti berusaha mengingat orang yang tidak aku kenal
Acuh padamu seperti memaksakan untuk tidak tidur padahal mata sangat ingin terpejam
Bodohnya diriku selalu menunggumu untuk sadar akan hal itu. Tapi, aku tidak bisa beranjak pergi karena jika itu mauku siapapun tidak akan bisa memaksaku pergi terkecuali takdir.
Rasaku tak pernah mati untukmu. Ya, hanya untuk kamu. Walau aku tau kau selalu meragukanku. Kau tak pernah percaya kepadaku. Tapi asal kau tau semua dalam hidupku pasti tentang kamu
Jika ujungnya nanti aku yang mencintaimu, aku harap Tuhan tak salah memberikan hatiku padamu.
Aku harap Tuhan tak salah memberikan kamu untukku.
Karena aku telah lelah berkelana pada hati yang tak pernah aku miliki. Membiarkan ujung mata ini meneteskan air sia-sia. Membuatku membuang-buang waktu hanya untuk orang yang tak pernah mengharapkanku.
Rasaku mati sejak saat itu.
Sejak saat kamu mengatakan, kamu mencintainya.
Sekarang setelah kamu berhasil mendapatkannya dan mengerti siapa dia, lalu kamu datang kepadaku dan berkata aku yang pantas mendapatkanmu?
Aku yang bisa mengerti kamu. Aku yang bisa membuatmu bahagia.
Bolekah aku aku bertanya atas pernyataamu?
Apakah kamu mengerti aku? Apakah kamu bisa membuatku bahagia?
Perasaanku tidak sebercanda itu.
Aku bisa selalu mengerti kamu. Aku bisa selalu membuatmu bahagia. Tapi, hanya sebatas teman tidak lebih.
Tolong kamu yang mengerti aku, untuk hal ini saja.
Jika boleh jujur sebenarnya aku sudah tidak lagi mencintainya, yang aku cintai sekarang adalah dirimu.
Harusnya kamu tau itu, tapi biarlah seperti ini asal kita masih bisa dekat dan selalu bersama itu tak menjadi masalah untukku.
Tetaplah menjadi alasan aku tertawa dan selalu nyaman jika berada didekatmu.
🐹
Sudah seperti terminal hati ini, datang dan pergi. Singgah sebentar atau sedikit lama. Banyak berlalu lalang dan sepi. Jika kau ingin tau seperti itu hati ini.
Hampir saja ada yang menetap lama tapi setelah aku ketahui ternyata dia rusak dan harus dimusnahkan.
Entah harus menunggu berapa lama lagi. Atau justru terminal ini harus digusur dan hanya tinggal nama?
Lalu kenapa kamu yang tiba tiba muncul dalam pikiranku ?
Kenapa kamu yang terus memberikan perhatian itu
Kenapa kamu terus terusan membuatku nyaman berada didekatmu
Jangan pernah katakan cinta
Padahal kamu tau kita hanya sebatas teman, bahkan kamu telah memiliki dia dalam hidupmu.
Tinggalkan aku atau aku yang akan meninggalkanmu
Berpisah denganmu mengajarkanku banyak hal termasuk untuk tidak mengekak orang lain terutama yang sedang bersama kita
Mebebaskan namun tidak membiarkannya pergi
Mencintai sewajarnya bukan sedasarnya
Tidak menjadi bayangannya namun menjadi sinarnya
Dari situ aku menjadi seperti yang sekarang, karenamu aku belajar segalanya.
Karena hal seperti ini yang akan aku rindukan
Duduk berdua memandang senja dan kau lantunkan lagu dengan petikan gitar
Seketika itu aku merasa berada di surga dengan keindahan yang tak dapat tergambarkan
Dan yang selalu terjadi
Saat aku menyukai orang seiring berjalannya waktu aku mengenal dan memahami orang itu justru aku tidak semakin cinta namun sirnah rasa itu. Maka, aku simpulkan saat kita jatuh cinta dengan orang harus dicek dulu itu cinta beneran atau justru penasaran.
Namun, pada saat aku biasa saja dengan orang itu justru seiring berjalannya waktu aku merasakan ada sesuatu yang berbeda, rasa yang lain saat berjumpa dengannya. Getaran cinta yang tak dapat terhindarkan. Maka dapat saya simpulkan witing tresno jaralan saka kulino
Kamu adalah kriteriaku
Kamu pintar, cerdas
Kamu supel
Kamu selalu bisa mengerti kondisi
Kamu selalu bisa mengarahkan yang lebih baik
Kamu selalu membuatku merasa nyaman jika di dekatmu
Namun jika kamu bukan kriteria Tuhan untukku, aku bisa apa
Kenapa di saat aku sudah tidak ingat dan sudah mulai terbiasa untuk tidak memiliki rasa itu, kamu hadir lagi.
Memunculkan ingatan dan rasa itu.
Bukankah sudah ku bilang, jika kamu tidak mau bersamaku pergilah.
Aku sangat (tidak) senang jika kamu benar - benar pergi.
🌞🌵🌝
Dari sekian banyak bunga hanya aku saja bunga yang tak kau beri perhatian penuh
Saat semua bunga kau beri pupuk agar tumbuh subur aku hanya kau beri air
Saat semua bunga kau letakkan di tempat yang dapat terkena sinar matahari hanya aku saja yang kalau letakkan di dalam ruangan
Saat semua orang datang untuk melihat ke indahan bunga lain kau mencoba menyembunyikanku
Apa sejelek itukah aku?
Apakah tidak seindah bunga yang lain?
Kalau begitu buang saja aku daripada aku harus melihatmu memperhatikan lebih bunga itu dan aku kau abaikan. Menyakitkan
Kalau ujungnya aku yang mencintaimu dan kau hiraukan aku, maaf aku tidak seperti mereka yang munafik dengan kata-kata *aku akan tetap mencintainmu, walau kau hiraukan aku* sekali lagi maaf aku tidak seperti mereka aku akan pergi karena kamu yang memintaku, bukan dengan perkataan tapi sikapmu menghiraukanku.
Disetiap detik pikiranku tak pernah tak terlintas tentangmu
Tentang semua rasa rindu ini padamu
Tentang cinta yang semakin bertumbuh
Tentang senyumanmu yang membuatku bertahan hingga detik ini
Tentang apa yang membuat kita menjadi satu
Terpesona pada setiap detik tatapanmu
Kau hanya diam akupun dapat jatuh hati
Tak perlu waktu lama untuk membuat jantungku seperti gulungan ombak yang merindukan bibir pantai
Hanya dengan senyumanmu aku dapat merasakan seakaan berada di kebun bunga
Tak perlu waktu lama untuk mengatakan *ya aku mencintaimu*