Rabu, 26 Desember 2018

untuk kamu


jika kesibukanku membuatmu jenuh dan kamu memilih mencari hiburan dengan mereka – mereka yang kamu yakini pantas membuatmu bahagia. maka, teruskanlah.

jika kamu merasa aku membosankan karena hanya diam dan sepatah kata yang ku keluarkan dan kamu lebih memilih mereka – mereka yang menurutmu mengasikkan untuk kamu ajak bicara. maka, bertahanlah dengan mereka.

tapi, jika tiba saatnya kamu tersadar bahwa aku yang mampu memahamimu dan kamu yakini yang terbaik untukmu. maka, maaf kamu sudah terlambat. 

aku sudah pergi dengan segala rasa yang aku tinggalkan untukmu. 
kini semua rasaku padamu sudah benar – benar mati.

selamat mencari jalan yang lain.

Senin, 05 Februari 2018

Tanpa syarat

Mungkin ini cara Tuhan untuk kita. Daripada kita bingung harus memilih yang mana. Tuhan telah menentukan jawaban untuk kita. Dia memisahkan kita di bumi ini.

Jumat, 02 Februari 2018

Memang aku yang salah

Sakit yang aku rasakan bukan karena kamu. Tapi karena diriku sendiri.

Kamu benar aku harus pergi darimu tapi yang aku lakukan tetap disini menunggumu hingga hati ini tak berwujud hati lagi.

Luka ini sudah terlalu besar hingga tidak dapat ditutup lagi.

Kamu sudah pergi jauh, tapi aku masih tertatih.

Rabu, 31 Januari 2018

Pelangi, senja dan luka

Seharusnya ini pagi yang penuh pelangi.
Tapi kamu membuatnya sendu sehingga menjadi kelabu.
kamu berikan senja yang bersahaja hingga aku lupa sedang terluka.
Namun setelah itu hujan dengan sangat derasnya membasahi setiap sudut kenangan yang semakin terasa bahwa hati ini penuh luka.

Jumat, 19 Januari 2018

20/365 hari tahun 2018

Sebenarnya tidak sulit dan berat untuk mengaku cinta
Hanya saja ketakutan lebih besar jika kamu tidak ada rasa
Mungkin menurut sebagian orang itu akan lega
Tapi untukku itu akan membuat kecewa

Kamis, 18 Januari 2018

Entahlah

Bagaimana membuat rasa itu ada sedangkan rasa itu tak pernah ada?

Bagaimana aku tak pernah ada sedangkan aku selalu ada?

Bagaimana kamu tak melihat sedangkan aku ada di depanmu?

Bagaimana kamu bertahan sedangkan semua tubuhmu hancur?

Bukankah kamu tau rasa semua itu? Lalu apakah kamu membiarkan rasa itu dirasakan orang lain? Atau aku mungkin?