Rabu, 29 Juni 2016

sewajarnya


Harusnya tetap pada perinsip awal!

Siapapun kamu, apapun peran kamu dalam hidup aku, kamu sudah menjadi bagian dalam hidupku.

Bukan malah semakin menjatuhkan pada cinta yang belum tentu sama.

Harusnya sadar bahwa Tuhan hanya ingin mempertemukan kita bukan menyatukan kita.

Agar membuat belajar mana yang harus diperjuangkan dan mana yang harus ditinggalkan.

Toh kalau memang jodoh ga kemana, mau sejauh apapun kamu pergi kalau dia jodoh kamu dia akan bersamamu.

Namun, mau sedekat apapun dia jika bukan jodoh mau bilang apa?

Sesering apa kita menyebut nama dia dalam doa kita tapi malah kita berjodoh dengan orang yang sering menyebut nama kita dalam doanya terus mau gimana?

Mungkin itu pelajaran jika jatuh cinta sewajarnya aja jadi kalau sakit ga akan terluka parah.

Sabtu, 25 Juni 2016

sisi lainmu

"Seandainya" adalah kata yang menjebak kita pada "khayalan".
Kata itu yang selalu muncul dalam pikiranku saat aku dalam keadaan yang sangat berharap.

Hai hujan. Kau datang lagi sore ini. Apa yang ingin kau ceritakan sore ini? Sudahkah kau jatuh dihadapannya? Apakah dia bahagia atau justru menggerutu melihatmu? Atau mungkin dua acuh padamu?
Kau tau apa yang membuatku bahagia saat kau datang? Bukan, bukan karena kenangan atau alasan yang sering orang lontarkan saat kau datang. Tapi, karena aku suka mendengarmu bernyanyi dan kau menceritakan tentang orang - orang yang terkadang membencimu, menyukaimu, membuatmu menjadi alasan dan bahkan menyalahkanmu. Termasuk dia yang mungkin bahagia saat kau datang atau bahkan dia akan benci, menjadikanmu sebuah alasan dan bahkan menyalahkanmu. Aku mingkin tidak tau tapi kau pasti tau apa yang dia rasakan tentang kamu saat ini.